Jumat, 09 Februari 2018

Penelitian: Rasa Sedih Membuat Seseorang Lebih Kreatif

Penelitian: Rasa Sedih Membuat Seseorang Lebih Kreatif

Rasanya enggak berlebihan kalau tingkat produktivitas seseorang ditentukan oleh mood yang sedang dia rasakan. Sebagian orang menganggap bahwa mood baik yang dirasakan dalam satu hari akan membuat mereka jadi pribadi yang lebih kreatif, dan mengatakan bahwa rasa sedih adalah ‘musuh’ dari itu semua.
Namun rupanya, sebuah penelitian yang dilakukan oleh seorang profesor di Columbia Business School, Amerika Serikat, mengungkapkan fakta yang sebaliknya. Penelitian yang dilakukan oleh Modupe Akinola dalam sebuah paper berjudul “The Dark Side of Creativity: Biological Vulnerability and Negative Emotions Lead to Greater Artistic Creativity”, mengatakan bahwa perasaan sedih justru membuat seseorang menjadi lebih kreatif.
Dalam penelitiannya, Modupe Akinola memberikan perintah pada subjek penelitian untuk menyampaikan pidato singkat terkait pekerjaan mereka. Para mahasiswa tadi dinilai oleh beberapa juri dengan goyangan kepala secara vertikal ataupun horizontal. Mereka yang dinilai positif akan diberi senyuman dan anggukan vertikal, sementara mereka yang dinilai negatif akan diberikan kerutan dan goyangan kepala horizontal.
Setelah selesai berpidato, semua mahasiswa tadi kemudian diberi tugas selanjutnya, yakni membuat kolase dengan menggunakan bahan yang telah diberikan, seperti lem, kertas, dan pewarna.
Hasilnya, peserta yang mendapat respon negatif saat melakukan pidato merasa bahwa impian mereka diremehkan. Hal ini membuat mereka menciptakan kolase yang lebih baik dibandingkan mereka yang mendapat respon positif.
Akinola kemudian mengatakan bahwa emosi dan kognisi seseorang saling terhubung. Rasa sedih membuat seseorang lebih memperhatikan dan berorientasi pada detail, mereka akan lebih fokus pada pekerjaan yang dilakukan.
Hal ini menjelaskan mengapa siswa yang mendapat respon negatif saat pidato bisa menghasilkan kolase yang lebih baik.
“Siswa yang mendapat respon negatif saat pidato sudah merasa sedih. Mereka merasa kalau impian mereka diremehkan. Menariknya, kinerja mereka saat membuat kolase justru lebih baik dibanding siswa yang mendapat respon positif,” kata Akinola, seperti yang dikutip dari situs Wired.

0 komentar:

Posting Komentar